Download - Doctor Strange (2016) HDCAM



Released
26 October 2016 (Indonesia)
CountryUSA
Language
English
Genres
Action | Adventure | Fantasy | Sci-Fi
Director
Scott Derrickson
Writers
Jon SpaihtsScott Derrickson | 1 more credit »
Starcast
Benedict CumberbatchChiwetel EjioforRachel McAdams | See full cast & crew »
Rating 8.0/10
Subtitle Indonesia
Review:
Setelah 13 film dan sewindu lamanya membangun semestanya sendiri, waralaba raksasa Marvel Cinematic Universe (MCU) mungkin memiliki Avengers dan Captain America : Winter Soldier sebagai yang terbaik dari kumpulan judul-judul kreasinya. Mengubek-ubek kisah novel grafis bertema eksperimen manusia super zaman Nazi, uji coba reaktor nuklir, dewa-dewa Skandinavia, milyarder jenius sekaligus insinyur, dan mahluk-mahluk alien di tata surya nun jauh di sana, kini MCU dan Disney melempar kisah mistis supranatural heroik, Doctor Strange. Diangkat dari karakter komik kreasi Steve Ditko yang rilis di era 60an, Doctor Strange adalah tokoh manusia super yang cukup masyur. Tersohor berkat kemampuan ilmu sihirnya yang mampu memanipulasi material hingga menembus ruang dan waktu, kini sang dokter mendapat giliran tampil di layar lebar dengan nama besar bintang Inggris Raya, Benedict Cumberbatch yang dikenal luas lewat peran Sherlock Holmes-nya di serial hit rilisan BBC itu, sebagai sang dokter magis.
Dan seperti kisah pahlawan super Marvel kebanyakan, Doctor Strange juga memulai plotnya dengan kisah manusia fana, seorang dokter spesialis bedah saraf bernama Stephen Strange. Terkenal lihai dalam pekerjaannya, namun angkuh dalam lakunya, sebuah kecelakaan lalu lintas lantas memupuskan kesombongan Stephen, tatkala kedua tangannya mengalami kerusakan parah usainya. Ketika dunia medis modern angkat tangan untuk menyembuhkan saraf tangannya seperti sedia kala, Stephen yang putus asa lantas pergi ke Kathmandu, Nepal, setelah mendengar sebuah tempat keramat yang kabarnya mampu menyembuhkan kelumpuhan permanen. Bertemu dengan guru spiritual, Ancient One (Tilda Swinton), Stephen tersadar bahwa ada kekuatan tak nisbi serta belakangan ikut masuk dalam intrik dunia astral berlapis di luar nalar dan jangkauan manusia awam.
Dibuka dengan adegan aksi bergaya dan berkelas, kita seakan sudah diberi sajian pembuka akan seperti apa visual filmnya kelak. Layaknya The Matrix, para karakter dalam filmnya dengan begitu mudah bisa menciptakan portal antar lokasi dari London, New York, Hong Kong sampai Everest, hingga memanipulasi materi menjadi laiknya origami yang bisa dilipat, diputar, hingga berubah sudut bak bermain game Monument di iPad. Dan dari adegan pembuka serunya tadi, kita lalu dibawa pada kisah drama perjuangan Strange mencari penyembuhan akan cacatnya.
Sampai ketika alur digiring pada penemuan spiritual di Kathmandu, dunia ajaib tadi dihadirkan kembali, bahkan lebih intens dan spektakuler. Bisa dibilang tampilan visual Doctor Strange adalah yang paling abstrak sekaligus elok di mata dalam rangkaian produk-produk MCU. Siapa yang tak terpana dan dimanjakan tatkala Strange dilempar oleh gurunya ke dimensi astral di luar dunia yang kita kenal dalam serangkaian adegan berefek kaleidoskopik, cermin tak berujung, dan teknik-teknik seni penglihatan lainnya yang selama ini menjadi mainan para seniman visual. Bukan hal yang pertama, karena pernah ada Inception yang memainkan visual vaganza sejenis, namun Doctor Strange menaikkan dosisnya menjadi setinggi-tingginya hingga memanjakan mata kita.
Lantas di luar aspek visualnya, adakah hal bagus lainnya dari film ini? Untungnya sutradara dari Doctor Strange bukanlah Tarsem Singh atau Terrence Malick yang kerap mengabaikan narasi demi keajaiban visualnya saja. Dipercaya untuk membesutnya adalah Scott Derrickson, sineas spesialis film-film horor yang pernah menelurkan Exorcism of Emily Rose serta Sinister yang mencekam itu. Di naskah yang turut ditulisnya bersama C. Robert Cargill (mantan jurnalis Aint It Cool News) dan John Spaihts (Prometheus), Derrickson sudah membangun pondasi yang cukup kuat untuk pahlawan supranatural ini. Dramanya cukup bersinergi dan alurnya bisa digulirkan dengan lumayan mulus, walaupun klimaksnya cukup klise dan sempilan-sempilan humor ramah keluarganya juga terkesan murahan untuk memancing tawa penonton.
Satu hal juga yang sayangnya tak berani dijelajahi oleh Derrickson karena terbatas rating dan dunia warna-warni Disney-Marvel adalah kekelaman dunia sihir yang seharusnya dimunculkan di sini dan menjadi kelihaian Derrickson di film-film terdahulunya. Walaupun demikian jajaran pemainnya yang berkaliber Oscar (Swinton, Chiwetel Ejiofor, Rachel McAdams) hingga tampilan mengancam Mads Mikkelsen sebagai antagonis serta Cumberbatch yang mumpuni sebagai Strange menjadi poin lebih yang memikat di layar dan sulit untuk diacuhkan begitu saja. Intinya, Doctor Strange menjadi suguhan film tak biasa dari Marvel-Disney yang cukup bermutu, revolusioner dalam visual dan menghibur, namun terbatasi dalam muatannya sebagai film yang ramah keluarga.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »