Jadi Master Yo-Yo, Pemuda Subang Keliling Dunia



Subang - Sukses tidak hanya muncul dari dalam diri, tetapi bisa terinspirasi dari orang lain. Demikian halnya kesuksesan yang diraih pemuda asal perumahan BTN Ciheuleut Indah Subang, Oke Rosgana.

Terinspirasi pemain Yo-Yo Amerika, Yohan’s Van Dan Elzen dan Kate Miller dari Amerika, Oke menjadi The Yo-Yo Hero From Indonesia.

Oke Rosgana (34) warga perumahan BTN Ciheuleut Indah, Subang, menjadi simbol dewa penyelamat permainan Yo-Yo di Indonesia. Di tangannya, Yo-Yo kembali bergairah dan menjadi tren di kalangan remaja Indonesia. Karenanya, Oke dijuluki Bapak dan atau Pahlawan Yo-Yo Indonesia.

Perkenalan pria kelahiran Bandung 20 Oktober 1975 dengan Yo-Yo terjadi sekitar akhir tahun 1999. Oke tertarik bermain Yo-Yo setelah melihat aksi Yohans van Dan Elzen dan Kate Miller dari Amerika memperagakan kebolehannya bermain Yo-Yo di sebuah mal di Bandung. Dari situlah, Oke kemudian mencari informasi seputar Yo-Yo termasuk trik permainannya di internet.

“Saya masih jadi mahasiswa waktu itu. Jujur saja, karena dompet mahasiswa, jadi saya sering memanfaatkan fasilitas internet di kampus, biasanya saya browsing malam hari untuk mencari ifnormasi soal Yo-Yo,” kata Oke Rosgana, kepada INILAH.COM, Sabtu (11/2)

Dalam aksi perdananya, Oke menjawab tantangan Yohanes yang akan menghadiahi Yo-Yo Cold Fusion GT seharga Rp1 juta. Pada saat itu, Oke berhasil menyingkirkan 24 peserta lomba lainnya dan menggondol Yo-Yo idamannya itu. Pada Desember 2005, ia mendapat undangan untuk menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam Asia Pacific Yo-Yo Contest yang diadakan di Genting Highland, Malaysia.

Dari sanalah popularitas Oke semakin menanjak dan dikenal di komunitas Yo-Yo, baik di Indonesia maupun tingkat internasional. Dari sana pula lah, Oke Rosgana dijuluki sebagai The Yo-Yo Hero From Indonesia.

Kemahiran yang dimiliki Oke dalam mengolah Yo-Yo mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Selain menjadikan dirinya sebagai dewa penyelamat permainan tradisional itu, juga dengan Yo-Yo, Oke bisa mengelilingi dunia. Setidaknya sudah tiga Negara yang disinggahi Oke, atas permintaan komunitas Yo-Yo setempat, untuk mendemokan kemampuannya.

Sebut saja Negara Malaysia, Singapura dan Sudan Afrika yang sudah disinggahi dan hampir setiap tahun mengundang Oke. Malaysia adalah Negara pertama yang disinggahi Oke, tepatnya pada tahun 2005. Kedatangan Oke saat itu, untuk mengikuti lomba Yo-Yo tingkat Asia Pacific. Hasilnya menggembirakan. Meski pemuda kampung itu tidak menjuarai lomba Yo-Yo, ia sudah mendapat perhatian besar dari para pemain Yo-Yo dunia yang hadir pada kejuaraan tersebut. 

Karena kemahiran dan kelincahan memainkan Yo-Yo, tahun 2006 Oke didauluat menjadi dewan juri lomba-lomba tingkat Asia Pacific. Dari tahun itu pulalah, Oke praktis absen mengikuti lomba Yo-Yo di kawasan Asia Pacific.

“Ini hanya soal kredibilitas saja, tidak tepat rasanya jika pada satu moment saya jadi juri, di moment lain saya jadi peserta lomba, ini juga atas saran dari rekan saya. Mungkin untuk lomba tingkat dunia di Amerika, baru saya ikuti,” kata Oke.

Kemahiran memainkan Yo-Yo, membuat popularitas Oke semakin menanjak. Bahkan nama Oke Rosgana disejajarkan dengan World Yo-Yo Master dari Brasil Rafael Matsunaga, World Champion 3A dari Kamboja Paul Yath atau Hiroyuki Suzuki, World Yo-Yo Champion 2006 dari Jepang.

Selain kemampuannya memainkan Yo-Yo, lulusan Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung tahun 2002 memiliki kemampuan mendesain Yo-Yo. Hasilnya tak sia-sia. Tidak kurang dari 30 buah karyanya sudah beredar di beberapa toko Yo-Yo di dunia, seperti Amerika, Jepang, South Afrika dan Australia. Tawaran membuat desain Yo-Yo mulai berdatangan. Pabrik Yo-Yo HSPIN dan Radiyoactive di Afrika Selatan, serta Yo-YoGuy dan Skill Toys di AS, menjadi pelanggan desain buatannya.


Salah satu desain Yo-Yo karya Oke adalah Dave’s Skilltoys Yo-Yo Freehand, Yo-Yo museum, Atomic Cow, Fission, Yo-Yo Wiku, Brighto Threestrooges, XXXXL (4 XL), Twofat lady, Proyopog, HSPIN, dan terakhir Tom Kuhn Batik. Semua design karyanya itu merupakan pesanan dari perusahaan besar Yo-Yo. Sementara design Yo-Yo petamanya dilabeli RozzoR. 
sumber

Artikel Terkait

Previous
Next Post »