Metallica Bantu FBI Mencari Pelaku Pembunuhan

Pembunuhan yang menimpa gadis berusia 20 tahun itu sendiri terjadi tiga tahun lalu, seusai menyaksikan konser Metallica di Charlottesville, Virginia, AS.



James Hetfield Metallica. Sumber foto: youtube.com


Virginia, PelitaOnline – BELUM lama ini, band metal asal AS, Metallica, mencoba membantu FBI untuk memecahkan kasus pembunuhan terhadap seorang mahasiswi Virginia Tech, Morgan Harrington.
Pembunuhan yang menimpa gadis berusia 20 tahun itu sendiri terjadi tiga tahun lalu, seusai menyaksikan konser Metallica di Charlottesville, Virginia, AS.
Dalam sebuah tayangan video yang diunggah di Youtube pada 13 Juni 2012, frontman Metallica James Hetfield meminta kepada siapa pun untuk menghubungi pihak berwenang jika mengetahui informasi yang menyangkut kasus tersebut.


“Ingat, segala informasi, tidak peduli sekecil apapun dari anda, bisa jadi dapat membantu polisi untuk meneliti dan memecahkan kasus ini,” tegas Hetfield dalam video, dengan gitar dan amplifier sebagai latar belakangnya.


Vokal sekaligus gitaris Metallica ini juga mengatakan bahwa dua tahun yang lalu pihak band menawarkan imbalan sebesar USD 10 ribu (sekitar Rp93,9 juta) untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dalam kasus tersebut, kini, imbalan meningkat menjadi USD 150 ribu.


“Ini adalah kejahatan yang sangat mengerikan, dan apa yang ingin kita lakukan adalah memberikan akhir (dari kasus tersebut) kepada keluarga Morgan,” tandas salah satu petugas Kepolisian Virginia, Kapten Timothy Lyon, dalam sebuah video di situs resmi FBI, yang dikutip CNN.


“Kami ingin segera menangkap pelaku, dan itulah komitmen kami.”


Pihak FBI mengatakan jika Harrington kali terakhir terlihat melalui jembatan Charlottesville usai meninggalkan konser sebelum berakhir pada 17 Oktober 2009. Empat bulan kemudian, jenazahnya ditemukan di sebuah lapangan.


FBI juga mengungkapkan, bukti DNA dari kasus Harrington turut terkait dengan kasus serangan seksual pada 2005 di Fairfax, Virginia. FBI pun telah mengeluarkan sebuah peningkatan sketsa komposit dari pria yang tidak disebutkan namanya, dan mereka berpikir jika kemungkinan pelakunya adalah pria tersebut.


Dalam sketsa itu pelakunya digambarkan seorang pria Afro-Amerika dengan rambut hitam dan rambut wajah saat serangan di 2005. Dia memiliki tinggi badan sekitar enam kaki dan diyakini berusia antara 25-35 tahun pada saat penyerangan.

sumber

Artikel Terkait

Previous
Next Post »