Download - The Secret Life of Pets (2016) BluRay




Released
24 August 2016 (Indonesia)
CountryJapan | USA
Language
English
Genres
Animation | Adventure | Comedy | Family
Directors
Yarrow CheneyChris Renaud
Writers
Cinco PaulKen Daurio | 2 more credits »
Starcast
Louis C.K.Eric StonestreetKevin Hart | See full cast & crew »
Rating 6.7/10
Review:
Ini mungkin akan terasa aneh tapi jika kamu memiliki hewan peliharaan pernahkan terlintas di pikiranmu apa yang mereka lakukan ketika kamu meninggalkannya untuk pergi bekerja. Jika ia seekor anjing apakah ketika tidak ada manusia di sekitarnya ia akan berbicara bahasa hewan dengan kucing tetangga atau tikus yang bersembunyi di bawah tempat tidurmu? Apakah ia hanya duduk di ruang tamu menunggu kamu pulang atau justru bergembira dengan dengan musik rock, menonton televisi, hingga memeriksa isi kulkas? Konsep tersebut digunakan oleh The Secret Life of Pets, karya studio animasi yang telah menghadirkan Despicable Me, The Lorax, dan Minions, sebuah animasi keluarga yang mencoba mengangkat ide kehidupan rahasia dari hewan peliharaan dengan rasa Looney Tunes. It’s cute but charmless animation.
Anjing jenis Jack Russell Terrier benama Max (Louis CK) merasa kesal ketika kehidupan sehari-hari yang ia isi bersama Chloe (Lake Bell), Mel (Bobby Moynihan), dan Buddy (Hannibal Buress) suatu ketika “diganggu” oleh Duke (Eric Stonestreet). Duke merupakan anjing ukuran besar yang diadopsi oleh pemilik Max, Katie (Ellie Kemper). Lawan menjadi kawan, Max dan Duke memutuskan untuk menyelinap keluar apartemen, tapi celakanya mereka tersesat di New York. Selain bertemu dengan hewan baru seperti Tiberius (Albert Brooks) dan Gidget (Jenny Slate) mereka juga harus berurusan dengan Ozone (Steve Coogan), anggota gang kucing, dan Snowball (Kevin Hart), kelinci yang memaksa Mac dan Duke untuk menjadi bawahannya.
Salah satu hal menyenangkan dari The Secret Life of Pets adalah mendapati fakta bahwa Illumination Entertainment masih mencoba untuk menghadirkan hiburan animasi yang ringan dan tampil ringkas. Sama seperti karya-karya yang pernah mereka hasilkan sebelumnya The Secret Life of Pets mengandung sisi positif dan sisi negatif dari produk Illumination Entertainment. Set-up The Secret Life of Pets standard dan familiar dan di sini dua sutradara Chris Renaud dan Yarrow Cheney serta tim penulis naskah seperti kompak bahwa film ini no need a good story, mereka dengan berani mengandalkan karakter untuk mencuri dan mengikat perhatian penonton. Anehnya itu berhasil di bagian awal, menggunakan pola dasar petualangan animasi for kids materi substansial di narasi film ini nihil tapi dengan karakter yang ekpresif dan memikat mata serta sesekali lelucon yang cukup oke.
Ya, di bagian awal, tapi setelah dibuka dengan sangat baik di 10 menit pertamanya The Secret Life of Pets perlahan jatuh menjadi sebuah petualangan yang just good enough, di beberapa titik bahkan sedikit lebih rendah dari itu. Tentu tidak layak mengharapkan cerita dengan something “thoughtful” yang kuat pada film-film dari Illumination Entertainment tapi keputusan yang seolah menaruh cerita di pinggir dan kemudian have fun dengan karakter menghasilkan boomerang bagi The Secret Life of Pets. Sulit untuk merasa apa yang Max, Duke, dan karakter lain lakukan sepanjang 81 menit durasi sisa sebagai sesuatu yang konsisten menarik, pertunjukkan mereka naik dan turun tapi kurang mampu mengikat atensi penonton. Ketimbang bercerita The Secret Life of Pets terlihat lebih fokus berusaha memperpanjang nafasnya hingga akhir, karakter mengatasi rintangan di lingkungan luar ala Toy Story dengan sepenuhnya bertumpu pada aksi, bukan kombinasi aksi dan isi cerita.
Memang ada momen yang sukses menghibur dari keputusan untuk tampil hyperactive tapi hal-hal yang kemudian hadir perlahan terkesan kurang nendang ketika ditempel. Di satu bagian kamu akan menemukan set-up yang seperti ingin menghadirkan momen emosional tapi hasil akhirnya mentah, irama cerita juga tidak semuanya halus sehingga cerita yang mayoritas tampil dengan kecepatan tinggi itu perlahan terasa melelahkan karena kembali lagi ke masalah awal bahwa film ini tidak punya something yang benar-benar menarik di pusat cerita. Walaupun begitu meskipun punya bagian yang terasa “kering” film ini tidak pernah terasa menjengkelkan akibat visual yang memikat mata. Visual tajam dan eye-catching, dari lingkungan New York dengan gedung-gedungnya yang tinggi hingga karakter yang juga terasa oke, gerakan mereka ketika melempar lelucon terasa baik meskipun di sisi lain pesona yang dihasilkan terasa kurang kuat.
Elemen yang juga tidak tampil buruk adalah kinerja pengisi suara. Di sisi lain Kevin Hart, Lake Bell, dan Bobby Moynihan juga membuat karakter mereka memberikan sokongan yang pas terhadap dua karakter utama. Highlights di bagian ini adalah Steve Coogan yang berhasil menampilkan kesan sombong dan angkuh dari karakternya, Ozone. Selain kinerja pengisi suara yang terasa oke The Secret Life of Pets juga punya score yang sukses mencuri perhatian, terkadang berhasil menjadi penyelamat ketika cerita dan karakter mulai terasa goyah, Alexandre Desplat menghasikan score yang manis dengan rasa klasik yang oke.
Apakah kamu masih ingat sinopsis, plot serta konflik yang dimiliki Minions yang rilis tahun lalu? Garis besarnya mungkin iya namun hal yang jauh lebih memorable dari Minions tentu para minions itu sendiri. Seperti itu usaha yang dilakukan Chris Renaud dan Yarrow Cheney di sini, menggunakan hewan yang mencari jalan pulang dengan dipenuhi banyak humor dan menaruh fokus pada “menjual” karakter. Meskipun pesonanya tidak kuat namun ditunjang dengan visual yang memikat dan narasi “sederhana” dalam gerak cepat The Secret Life of Pets mampu menjadi hiburan animasi dengan rasa Looney Tunes yang loveable walaupun kurang memorable. It’s cute but charmless, it’s good for kids.
Sumber
Download - Doctor Strange (2016) HDCAM

Download - Doctor Strange (2016) HDCAM



Released
26 October 2016 (Indonesia)
CountryUSA
Language
English
Genres
Action | Adventure | Fantasy | Sci-Fi
Director
Scott Derrickson
Writers
Jon SpaihtsScott Derrickson | 1 more credit »
Starcast
Benedict CumberbatchChiwetel EjioforRachel McAdams | See full cast & crew »
Rating 8.0/10
Subtitle Indonesia
Review:
Setelah 13 film dan sewindu lamanya membangun semestanya sendiri, waralaba raksasa Marvel Cinematic Universe (MCU) mungkin memiliki Avengers dan Captain America : Winter Soldier sebagai yang terbaik dari kumpulan judul-judul kreasinya. Mengubek-ubek kisah novel grafis bertema eksperimen manusia super zaman Nazi, uji coba reaktor nuklir, dewa-dewa Skandinavia, milyarder jenius sekaligus insinyur, dan mahluk-mahluk alien di tata surya nun jauh di sana, kini MCU dan Disney melempar kisah mistis supranatural heroik, Doctor Strange. Diangkat dari karakter komik kreasi Steve Ditko yang rilis di era 60an, Doctor Strange adalah tokoh manusia super yang cukup masyur. Tersohor berkat kemampuan ilmu sihirnya yang mampu memanipulasi material hingga menembus ruang dan waktu, kini sang dokter mendapat giliran tampil di layar lebar dengan nama besar bintang Inggris Raya, Benedict Cumberbatch yang dikenal luas lewat peran Sherlock Holmes-nya di serial hit rilisan BBC itu, sebagai sang dokter magis.
Dan seperti kisah pahlawan super Marvel kebanyakan, Doctor Strange juga memulai plotnya dengan kisah manusia fana, seorang dokter spesialis bedah saraf bernama Stephen Strange. Terkenal lihai dalam pekerjaannya, namun angkuh dalam lakunya, sebuah kecelakaan lalu lintas lantas memupuskan kesombongan Stephen, tatkala kedua tangannya mengalami kerusakan parah usainya. Ketika dunia medis modern angkat tangan untuk menyembuhkan saraf tangannya seperti sedia kala, Stephen yang putus asa lantas pergi ke Kathmandu, Nepal, setelah mendengar sebuah tempat keramat yang kabarnya mampu menyembuhkan kelumpuhan permanen. Bertemu dengan guru spiritual, Ancient One (Tilda Swinton), Stephen tersadar bahwa ada kekuatan tak nisbi serta belakangan ikut masuk dalam intrik dunia astral berlapis di luar nalar dan jangkauan manusia awam.
Dibuka dengan adegan aksi bergaya dan berkelas, kita seakan sudah diberi sajian pembuka akan seperti apa visual filmnya kelak. Layaknya The Matrix, para karakter dalam filmnya dengan begitu mudah bisa menciptakan portal antar lokasi dari London, New York, Hong Kong sampai Everest, hingga memanipulasi materi menjadi laiknya origami yang bisa dilipat, diputar, hingga berubah sudut bak bermain game Monument di iPad. Dan dari adegan pembuka serunya tadi, kita lalu dibawa pada kisah drama perjuangan Strange mencari penyembuhan akan cacatnya.
Sampai ketika alur digiring pada penemuan spiritual di Kathmandu, dunia ajaib tadi dihadirkan kembali, bahkan lebih intens dan spektakuler. Bisa dibilang tampilan visual Doctor Strange adalah yang paling abstrak sekaligus elok di mata dalam rangkaian produk-produk MCU. Siapa yang tak terpana dan dimanjakan tatkala Strange dilempar oleh gurunya ke dimensi astral di luar dunia yang kita kenal dalam serangkaian adegan berefek kaleidoskopik, cermin tak berujung, dan teknik-teknik seni penglihatan lainnya yang selama ini menjadi mainan para seniman visual. Bukan hal yang pertama, karena pernah ada Inception yang memainkan visual vaganza sejenis, namun Doctor Strange menaikkan dosisnya menjadi setinggi-tingginya hingga memanjakan mata kita.
Lantas di luar aspek visualnya, adakah hal bagus lainnya dari film ini? Untungnya sutradara dari Doctor Strange bukanlah Tarsem Singh atau Terrence Malick yang kerap mengabaikan narasi demi keajaiban visualnya saja. Dipercaya untuk membesutnya adalah Scott Derrickson, sineas spesialis film-film horor yang pernah menelurkan Exorcism of Emily Rose serta Sinister yang mencekam itu. Di naskah yang turut ditulisnya bersama C. Robert Cargill (mantan jurnalis Aint It Cool News) dan John Spaihts (Prometheus), Derrickson sudah membangun pondasi yang cukup kuat untuk pahlawan supranatural ini. Dramanya cukup bersinergi dan alurnya bisa digulirkan dengan lumayan mulus, walaupun klimaksnya cukup klise dan sempilan-sempilan humor ramah keluarganya juga terkesan murahan untuk memancing tawa penonton.
Satu hal juga yang sayangnya tak berani dijelajahi oleh Derrickson karena terbatas rating dan dunia warna-warni Disney-Marvel adalah kekelaman dunia sihir yang seharusnya dimunculkan di sini dan menjadi kelihaian Derrickson di film-film terdahulunya. Walaupun demikian jajaran pemainnya yang berkaliber Oscar (Swinton, Chiwetel Ejiofor, Rachel McAdams) hingga tampilan mengancam Mads Mikkelsen sebagai antagonis serta Cumberbatch yang mumpuni sebagai Strange menjadi poin lebih yang memikat di layar dan sulit untuk diacuhkan begitu saja. Intinya, Doctor Strange menjadi suguhan film tak biasa dari Marvel-Disney yang cukup bermutu, revolusioner dalam visual dan menghibur, namun terbatasi dalam muatannya sebagai film yang ramah keluarga.
Download Detective Conan Movie 20: The Darkest Nightmare (2016) BluRay

Download Detective Conan Movie 20: The Darkest Nightmare (2016) BluRay

poster-film-detective-con.jpg
movieinfo.png

Released
24 Agustus 2016
CountryJapan
Language
Japanese
Genres
Animation | Action | Adventure
Director
Kobun Shizuno
Writer
Takeharu Sakurai
Starcast
Minami TakayamaMegumi HayashibaraWataru Takagi
Ratingimdb-icon.gif n/a

Sinopsis:
Pembunuhan secara misterius terjadi di berbagai daerah di seluruh dunia. Tersangka merupakan seorang mata-mata yang menginginkan berkas rahasia. Di Jepang, seorang mata-mata membobol markas polisi dan mencuri berkas yang berisi daftar mata-mata yang ditugaskan untuk mengawasi Organisasi Hitam oleh beberapa agensi mata-mata: MI6 Inggris, CSIS Kanada, CIA Amerika Serikat, FBI dan BND Jerman.
Sebelum berkas itu diambil, Rei Furuya datang dengan pasukan polisi dan mengakibatkan mata-mata tersebut kabur dengan mobil curian. Rei dapat mengejarnya dengan Mazda FD RX-7. Dua joki sudah berjaga di jalan raya dan akan membuat kerusakan yang besar. Sebelum mereka melakukannya, Shuichi Akai menembak mobil mata-mata tersebut sehingga meledak.
Beberapa hari kemudian, Conan, Profesor Agasa, Haibara, dan Detektif Cilik mengunjungi Tohto Akuarium yang baru direnovasi. Di tengah-tengah taman, mereka menemukan seorang wanita yang terluka dengan “mata ganjil” (heterokromia). Wanita tersebut mengalami kehilangan ingatan yang membuatnya tidak mampu mengingat namanya sendiri. Conan dan teman-teman memutuskan untuk menjaga wanita tersebut dan membantu mengembalikan ingatannya.
aiconan.jpg
marcusgohmarcusgoh-detectiveconanthedark
Detective_Conan_Movie_20_The_Darkest_Nig
Download Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children (2016)

Download Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children (2016)


Quality: HDRip

Released
30 September 2016 (Indonesia)
CountryUSA | UK | Belgium
Language
English
Genres
Adventure | Drama | Family | Fantasy
Director
Tim Burton
Writers
Ransom Riggs (based upon the novel written by), Jane Goldman (screenplay)
Starcast
Eva GreenAsa ButterfieldSamuel L. Jackson | See full cast & crew »
Rating 7.1/10

Review:
Sebelum dipoles oleh Christopher Nolan dan kemudian dibawa bertemu berbagai “kebisingan” oleh Zack Snyder karakter Batman dan dunia yang ia punya di layar lebar pernah identik dengan gloomy but artsy, a wicked world of misfits and psycho yang bergembira layaknya sebuah fashion show, style over substance di tangan Tim Burton yang gemar bergembira bersama horror, playfulness, dan tentu saja visual. Mengacu pada tiga hal terakhir tadi dapat dikatakan kombinasi novel ‘Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children’ dan Tim Burton merupakan match made in heaven, sebuah fantasy berisikan tragedi dan simpati dipenuhi karakter unik dan aneh seperti kombinasi antara Harry Potter dan X-Men. Apakah ini “match” atau“miss”? Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children: a robotic fantasy.
Jacob “Jake” Portman (Asa Butterfield) memiliki ikatan yang erat dengan kakeknya Abraham “Abe” Portman (Terence Stamp), sosok yang selalu membacakan dongeng sebelum tidur tentang sebuah rumah berisikan anak-anak yang memiliki kekuatan unik di bawah pimpinan wanita bernama Miss Alma LeFay Peregrine (Eva Green). Suatu ketika musibah menimpa Abe dan kemudian meninggalkan Jake dalam kondisi sepi serta terus dirundung mimpi buruk, dipaksa untuk bertemu psikiater bernama Dr. Golan (Allison Janney) untuk dapat mengatasi kesedihannya. Tapi suatu ketika berawal dari sebuah postcards rasa ingin tahu Jake terhadap kebenaran dari dongeng yang selalu Abe ceritakan itu menjadi besar, bersama sang ayah Franklin (Chris O’Dowd) dia kemudian menuju Wales berharap dapat menemukan rumah Miss Peregrine.
Rumah itu masih ada namun telah hancur akibat bom dari tentara Jerman pada tanggal 3 September 1943. Di sana Jake bertemu dengan Emma (Ella Purnell), remaja aerokinetic yang dapat memanipulasi udara, dan setelah pertemuan itu berbagai hal aneh kemudian datang menghampiri Jake salah satunya terkait ruang dan waktu yang ia jalani. Bertemu dengan sosok yang ia cari serta teman baru yang unik dari Bronwyn (Pixies Davies), Olive (Lauren McCrostie), hingga Enoch (Finlay MacMillan), Jake kemudian belajar tentang time loops yang digunakan oleh para Ymbrynes untuk melindungi anak asuhnya dari makhluk menyerupai monster bernama Hollowgast atau The Hollows, kelompok yang di bawah pimpinan Mr. Barron (Samuel L. Jackson) sangat membutuhkan para peculiar children agar dapat memulihkan eksperimen mereka.
Seperti yang telah disinggung di awal tadi berbicara tentang materi cerita ‘Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children’ seperti “diciptakan” untuk dibentuk oleh Tim Burton bersama imajinasi miliknya, dari cerita yang unik dan karakter yang aneh termasuk peluang besar bermain di sektor visual berkat ruang bermain yang leluasa untuk mengeksplorasi segala macam “keanehan” yang terkandung di dalamnya. Meskipun memulai semuanya dengan cukup goyah cerita yang ditulis oleh Jane Goldman (Kick-Ass, X-Men, Kingsman) berdasarkan novel karya Ransom Riggs itu berhasil menemukan pijakannya, dan di tangan Tim Burton petualangan penuh fantasi itu berhasil menciptakan semacam koneksi dengan penonton di awal. Pencapaian tersebut harus diakui berasal dari penggambaran di awal pada ikatan antara Jake dan Abe yang terasa manis, penonton menjadi tertarik pada apa yang tersimpan di balik dongeng tersebut. Namun yang menarik adalah dengan materi yang tampak kompleks film ini justru mencoba menjadi simple.
Cukup menarik mendapati Tim Burton dan timnya justru memilih untuk membuat kisah yang dipenuhi dengan permainan ruang dan waktu hingga kekuatan super ini agar terasa simple. Itu sebuah visi yang oke, Tim Burton seolah ingin menunjukkan semacam sense of wonder tapi tanpa mengisi cerita dengan berbagai punches yang berlebihan, ia tetap bermain dengan rasa horror andalannya dan juga simpati pada karakter namun lebih menggunakan visual storytelling ketimbang narasi untuk menggambarkan kegelapan dan kesedihan yang terkandung di dalam cerita. Hal tersebut berjalan dengan baik di awal, dengan tujuan yang jelas sejak awal aksi Jake mengeksplorasi “fantasi” yang ditanamkan oleh sang kakek padanya itu terasa menarik, meskipun aliran cerita tidak mulus tapi pesona tetap tumbuh secara perlahan. Hal tersebut semakin baik ketika Jake telah bertemu dengan peculiars, dibentuk dengan Burton-esque mereka karakter yang sangat menarik seperti perpaduan antara penyihir dari Harry Potter yang bertugas layaknya anggota X-Men.
Jika berbicara tentang pesona sesungguhnya pesona yang dimiliki oleh karakter ‘Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children’ terasa cukup oke ketika berjumpa penonton dan tidak terasa buruk ketika cerita telah berakhir, namun hal tersebut tidak terjadi di cerita. Akibat memilih bermain “sederhana” tadi daya tarik konflik tidak menunjukkan progress yang menarik, menyaksikan Jake beradaptasi dengan teman barunya serta berbagai tensi di dalam hubungan mereka terasa menarik tapi goal yang sejak awal telah ditetapkan seperti tidak ikut berjalan bersama Jake, ia berhenti di sepertiga awal dan baru muncul kembali menjelang akhir. Tidak terdapat eksposisi yang berlebihan di dalam narasi menjadi penyebabnya, konsekuensi logis dari perpindahan ruang dan waktu itu bukan masalah yang mengganggu tapi akibat tidak dieksplorasi secara lebih mendalam ‘Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children’ tidak punya pressure yang menarik, ia berjalan dengan sangat tenang sehingga miskin thrill yang berkualitas.
Itu mengapa ‘Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children’ terasa seperti sebuah “robotic” fantasy, segala macam masalah yang ia mulai berhasil ia selesaikan dengan baik tapi tanpa proses dengan rasa yang dipenuhi dengan bumbu yang nikmat dan “menggoyang lidah”. Cerita ‘Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children’ terasa seperti rasa makanan rumah sakit yang kita kenal pada umumnya, berhasil membuat kenyang namun karena membatasi atau bahkan tidak ada garam, gula dan mungkin lemak di dalamnya jadi terasa hambar dan well, cukup membosankan. Sosok Tim Burton yang menyutradarai film seperti Batman, Beetlejuice, atau Edward Scissorhands pasti akan mencoba untuk “mengasah” materi yang ia punya, namun Tim Burton sekarang ini di sektor cerita lebih sering bermain aman dengan imajinasinya, sama seperti Dark Shadows dan Big Eyes dia berhasil menarik minat penonton terhadap cerita dan karakter, menciptakan kesan “istimewa” namun kemudian tidak diasah dan berjalan tidak dengan kecepatan penuh.
Tentu saja tidak mengharapkan Tim Burton menciptakan berbagai kehebohan yang luar biasa di sini, namun jika dibumbui sedikit lebih jauh investasi penonton pada karakter dan konflik mungkin dapat menjadi lebih besar dan akibat impact yang dihasilkan dari petualangan Jake di dunia fantasi itu mungkin dapat terasa lebih menarik. Karena sudah terlalu sering bermain dengan fantasi dan imajinasi Tim Burton kurang berhasil menciptakan kesan “awe” yang terasa impresif di sini, karakter dan cerita perlahan terasa formulaic dan mechanical. Ketika berurusan dengan emosi tidak ada bobot yang oke, horror tidak punya terror yang kuat, dan unsur fantasi tidak punya kesan menakjubkan yang terasa memukau. Tidak heran energi dan semangat yang menarik di awal perlahan justru digunakan untuk berusaha menyambung setiap titik di dalam narasi, bersama dengan visual yang mumpuni namun editing yang kurang oke menghadirkan usaha eksposisi yang membuat cerita jadi terasa cukup sesak sehingga petualangan fantasi itu berubah menjadi sebuah permainan yang hanya sebatas ingin menyelesaikan misi saja.
Ya, sekali lagi, ‘Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children’ tidak punya impact yang kuat ketika ia telah menyelesaikan kisah yang terasa menarik itu dan berjalan dalam durasi 127 menit sejak sinopsis. Tentu ia punya hal positif, dari visual dan production design misalnya dengan colorful images yang menarik, begitupula dengan cinematography, namun mereka tidak dapat membantu mengurangi minus seperti dari sektor cerita dan karakter yang terasa underdeveloped. Cast juga memberikan kinerja terbaik mereka namun karakter mereka tidak pernah terasa bersinar. Asa Butterfield berhasil membuat Jake tampil sebagai remaja teguh namun bingung yang cukup menarik meskipun kurang ekspresif, Terence Stamp yang cukup sukses menciptakan pondasi emosi di awal, serta Eva Green yang kurang memiliki kesempatan lebih untuk membuat Miss Peregrine bersinar meskipun meraih atensi penonton lewat pesona dan penampilannya yang mencolok, dari makeup, rambut, hingga kostum. Para pemeran the peculiars juga cukup oke, dibantu dengan CGI berhasil menampilkan kesan unik dan aneh dari masing-masing karakter mereka.
Overall, Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children adalah film yang kurang memuaskan. Menggabungkan dongeng bersama sedikit sentuhan rasa superhero, fantasi dengan sedikit rasa horror dan tentu saja dibentuk dengan Burton-esque, ‘Miss Peregrine’s’ merupakan sebuah presentasi yang cukup menyenangkan dari segi visual, namun ketika berkombinasi dengan cerita yang merupakan perpaduan time travel dan juga coming-of-age ini terasa kurang memuaskan, terasa underdeveloped. Burton melakukan keahliannya di sini, menciptakan cerita dan karakter yang weird namun sama seperti beberapa film terakhirnya ia kurang berhasil menyuntikkan “kesibukan” yang konsisten menarik sejak awal hingga akhir, mengasah materi dengan berbagai bumbu dalam kecepatan penuh. It’s another “miss” on Tim Burton’s career, not super bad but there’s no awe, feels mechanical, feels like a “robotic” fantasy.
Paul Lumihi Juara Kelas Bulu One Pride MMA

Paul Lumihi Juara Kelas Bulu One Pride MMA


Paul Lumihi Juara Kelas Bulu One Pride MMA
Paul Lumihi keluar sebagai pemenang dalam Grand Final One Pride MMA bertajuk Rise of Champions. Dia merebut sabuk juara kelas bulu usai mengalahkan Hafid Nur Maradi.


Kemenangan tersebut diraih pada ronde pertama. Petarung dari sasana Syena M.A.C Jakarta tersebut mengalahkan sang penantang dengan TKO pada menit ke-4.
Pertarungan berjalan menegangkan sejak awal. Dalam duel yang disiarkan langsung oleh tvOne itu, keduanya sama-sama tampil agresif.

Paul sendiri berhasil melumpuhkan Hafid dengan teknik knee. Dia sempat membuat lawan terdesak sebelum akhirnya wasit menghentikan duel.

One Pride MMA merupakan turnamen bela diri campuran pertama di Indonesia. Selain Paul yang menobatkan diri sebagai juara di kelas bulu, sebelumnya Abro Fernandes juga berhasil memastikan gelar di kelas bantam.
6 hal yang membuat kamu jadi kangen sama mantan

6 hal yang membuat kamu jadi kangen sama mantan

Blog_6 hal yang bikin kamu kangen mantan_825x355px
Apa ada Toppers disini yang lagi sedih atau galau? Kenapa? Ada masalah apa? Habis putus sama pacar ya? Putus memang hal yang menyedihkan ya Toppers. Kisah cinta yang selama ini terbangun harus kandas karena satu atau beberapa hal. Dan melupakan orang yang pernah kita sayang tentunya nggak bisa secepat yang kita bayangkan. Terlebih kalau kita terjebak cinta lama dan akhirnya nggak bisa move on.
Sudah berapa lama kamu jomblo? Meski sudah nggak suka dan nggak mau berhubungan lagi dengan dia, ada kalanya kalau kita sedang sendiri dan kesepian, kita pasti keingat sama mantan. Iya dong, karena sudah banyak kenangan yang kalian ciptakan bersama. Apalagi buat kamu yang masih menyimpan sayang buat si doi. Rasanya pasti kangen berat.
Hmm…mantan. Satu kata ini memang kadang bikin hati senat-senut. Kalau bisa menghilangkan satu kata dalam kamus bahasa, pastinya itu adalah kata mantan. Hahaha… Siapa sih yang mau keingat sama mantan di saat kita ingin move on dan berusaha membuka lembaran baru? Mungkin nggak ada ya… Tapi beberapa hal ini ternyata yang bikin kamu kangen sama mantan lho. Hayoo ngaku, kamu sering kangen dan kepoin dia nggak?
Daripada berlama-lama, yuk kita selidiki hal berikut yang bikin kamu rindu mantan.

Tempat Favorit

Saat masih bersama, tentunya kamu sama mantan punya tempat favorit buat dikunjungi berdua dong… Entah itu tempat makan, kafe, pantai, mall, atau taman, kalian pasti rutin mampir ke tempat tersebut untuk menghabiskan waktu berdua. Nah, ketika sudah putus dan nggak bisa datang ke tempat itu bersama dia lagi, kamu jadi keingat dia lalu muncul rasa kangen deh. Tiba-tiba memori indah bersamanya flashback dalam pikiranmu, bikin kamu ingin kembali ke masa lalu.
Cafe
Sumber: eatplaysleep.suefrause.com

Hal yang Biasa Dilakukan Bersama

Sebagai pasangan kekasih, kalian pasti punya hobi dan minat yang sama. Kalau biasanya kamu mengerjakan tugas kuliah bareng dia, setiap minggu jogging bareng, atau belanja bareng, pas sudah putus kamu cuma bisa melakukan itu sendiri atau bareng temanmu saja. Nggak ada lagi orang yang bisa menemani kamu untuk sekadar nongkrong di coffee shop, kasih saran, dan perhatian yang nggak bisa kamu dapet dari teman atau saudara. Jadi kangen kan akhirnya…
Jogging bersama
Sumber: imgkid.com

Kekompakan

Jadi jomblo memang kadang-kadang ngenes. Terlalu lama sendiri atau nggak bisa move on, ketika melihat pasangan lain menunjukkan kemesraan, tiba-tiba kamu jadi panas dingin. Kalau dulu kamu sama mantan kompak banget berdua, sekarang kamu harus meninggalkan itu semua. Kamu nggak bisa lagi seperti pasangan kekasih yang pakai jaket couple, cincin kesetiaan, baju berwarna sama, atau punya selera yang serupa. Karena fakta berbicara, “Lo gue end!”
kompak pakai jaket yang sama
Sumber: dailymail.co.uk

Jaket Couple

Kata-Kata Manis

Kamu suka kangen nggak sih sama pujian dan kata-kata manisnya? Kalau buat cewek, pastinya paling demen digombalin walau bilangnya nggak suka tapi berbunga-bunga kalau dikasih kata-kata manis. Sedangkan cowok pasti kangen sama kata-kata lembut nan perhatian pacar, apalagi kalau dia suka banget memuji karena keberhasilan kamu. Kalau sudah putus, siapa yang bisa kasih sensasi kupu-kupu terbang di dalam perut lagi?
SMS kata-kata manis
Sumber: moosealmighty.co.uk

Hal yang Dia Suka

Wah, akhirnya kelanjutan film Hollywood ini tayang di bioskop! Eits, tunggu dulu. Itu kan film favorit si mantan… Yah, galau deh, kangen deh… Coba kalau masih bersama, pasti bisa nonton film itu bareng doi.
Memang sih Toppers, kalau kamu melihat atau merasakan sesuatu yang disukai sama mantan, pastinya kamu bakal keingat sama dia. Apalagi kalau kamu sudah hapal banget semua hal yang dia suka maupun nggak suka. Every single thing reminds you of her/him!Rasa kangen kembali muncul dan kamu ingin segera menghubungi dia hanya untuk tahu keadaannya. Atau bahkan ingin balikan? :D
kangen mantan

Sifatnya

Alasan kalian putus sama mantan sudah pasti karena beberapa faktor kan Toppers? Meski mantan bukan manusia sempurna dan penuh dengan kekurangan, adakalanya kamu merasa kangen dengan sifat-sifat baiknya. Tiba-tiba kamu kangen sama sifat kocak, baik hati, royal, pengertian, atau tanggung jawabnya. Mungkin sifat mantan itu nggak kamu temui pada gebetan atau TTM kamu sehingga itu membuat kamu terus mengingatnya.
kangen sifat mantan

9 Hal Yang Belum Kamu Tahu Soal 'LDR'

LDR itu bukan suatu hal yang baru lho,guys.


Ingat tidak, saat Adam dan Hawa diturunkan di bumi di dua tempat yang berbeda—saat itu saja mereka sudah menjalani LDR lho! Tapi terbukti kan, bagaimana mereka akhirnya survive? Karena mereka tetap optimis dan pantang menyerah demi cintanya satu sama lain.

So, kalau ada yang meragukan LDR kalian, bilang saja “Adam dan Hawa saja bisa survive tanpa koneksi internet dan signal hape. Tentunya kita pasti lebih bisa lagi!”

Tapi tetap saja, bagaimana sih sebenarnya LDR itu? Kenapa rasanya banyak sekali masalah yang terjadi, yang tidak kita pahami, ya?

Maka simak hasil wawancara dan studi buku gue soal LDR berikut ini! J



“LDR itu susah nggak sih?”
“Walau sudah diperkirakan, tetap saja butuh 6 bulan untuk beradaptasi, menata situasi dan perasaan yang benar-benar berbeda.” K-cewek
 “Yang pasti selalu kena penyakit kangen, sering sedih sendiri. Nggak ada yang selalu ngasih semangat.” R-cewek.
“Nggak mungkin nggak galau kalau kita sayang sama si pacar. Galau itu kan karena kita punya suatu perasaan yang nggak bisa terlampiaskan atau terwujud. Seperti kangen yang ditahan hanya dalam hati.”
Sebenarnya LDR itu sama saja dengan sistem pacaran lainnya. Ada dua orang yang saling mencintai, yang ingin selalu bersama dan mempertahankan hubungannya. Hanya saja dalam LDR, ada sesuatu bernama ‘jarak’ (hasek) yang memisahkan dua orang ini.

Dan karena pada dasarnya dua orang itu masih ingin saling mencintai, ingin selalu bersama, dan ingin mempertahankan hubungannya, maka timbullah masalah-masalah terkait karena bentangan jarak ini.
“Karena nggak bisa ketemu langsung, jadi was-was, takut banget kalau dia bohong.” D-cewek
“Suka rada iri ngeliat pasangan lain yang bisa gandengan, peluk pacarnya. Pulsa jadi boros. Emosi kadang labil, pingin marah, tapi nggak tahu kenapa dan sama siapa.” D-cewek
Pertengkaran yang ada juga bukannya jadi lebih meningkat atau bagaimana. Dari seluruh korespoden yang gue dapatkan, mereka mengaku sebenarnya sama saja. Yang awalnya jarang bertengkar ya tetap jarang bertengkar. Yang sering bertengkar juga masih tetap sering bertengkar. Hanya saja topik permasalahannya jadi berbeda.
“Saat LDR memang sering salah paham, apalagi soal telfonan atau sms, karena kita tidak bisa saling melihat ekspresi dan bahasa tubuh satu sama lain. Karena bisa terjadi salah paham, tidak mengerti maksud sebenarnya apa, jadinya bertengkar, deh.” W-cowok

Mengapa Cowok Berubah jadi Makhluk-Cemburuan
“kita pasti merasa cemburu jika pacar kita dekat dengan cowok lain—sekalipun kita tahu cowok itu siapa! Itu karena kita merasa bahwa kita sendiri aja nggak bisa jalan atau main dengan cewek kita, sementara si ‘cowok itu’ bisa!” A-cowok
Kalau dibilang cowok itu cemburu-buta, bisa dibilang benar sih. Para cowok menganggap semua cowok yang berada dalam radius 100 meter dari kekasihnya adalah saingan! Kalau para cewek cemburu pada hubungan ‘lebih’ seperti sapaan kelewat akrab atau intensitas wall-to-wall yang kelewat sering, cowok justru mencemburui semua cowok yang ada di dekat pacarnya.
“Bisa saja cewek kita menganggap dia dan cowok itu ‘teman biasa’. Kita percaya kok! Tapi apa iya, cowok itu juga menganggap cewek kita ‘teman biasa’? kalau dia mau merebut gimana? Apalagi kondisi kita jauh, dan nggak bisa selalu ketemu. Ya tentu takutlah cewek kita bakal berpaling!” A-cowok

Mengapa Cowok kerap ‘Meledak’ dan Cewek kerap ‘Mengungkit Masalah’

Dalam mengontrol emosi, cowok itu seperti kompor. Cepat panas dan cepat dingin. Saat tengah panas, biasanya apapun yang diucapkan ceweknya, cenderung ‘lewat begitu saja’. Karena pada saat mereka panas, cowok akan sangat ‘bebal’, ‘tidak mau mendengar’, hingga ‘meledak-ledak’. Karena satu hal yang mereka tahu—mereka harus melampiaskan rasa marah dan emosi itu hingga tuntas. Mereka bahkan bisa saja memaki ceweknya, atau mengucapkan kata-kata dan tindakan yang tidak seharusnya ia lakukan.

Itulah sebabnya saat cowok marah, sebaiknya ceweknya menenangkan dan jangan terlalu mengambil hati saat si cowok meledak dalam amukan, bahkan saat mengeluarkan kata-kata yang kasar atau tajam.

Kenapa? Karena jika si cewek marah, si cowok hanya akan semakin panas. Apapun yang dikatakan si cewek tak akan begitu didengar hingga rasanya percuma! Itulah sebabnya, tunggulah hingga si cowok dingin, lalu jelaskan masalahnya.

Kelebihannya, cowok tidak akan mengungkit masalah ini lagi jika mereka sudah merasa ‘clear’. Cowok memang tidak mudah memaafkan, tapi mereka gampang melupakan.
“Kalau cowok lagi marah, cewek jangan ikutan marah, karena nggak akan selesai.” A-cowok
Sementara cewek ibarat oven dalam mengontrol emosi. Lama panas dan lama dingin. Ia mungkin tidak akan sekasar cowok, hanya saja bisa lebih histeris dan melodramatis. Ia akan cepat memaafkan, namun bisa ngambek berhari-hari walau sudah ‘memaafkan’. Ia bisa mengungkit lagi masalah ini pada pembahasan masalah ‘lain’ di masa depan—walau masalah ini sudah clear.

Cewek memang gampang memaafkan, tapi ia tidak mudah melupakan. Itulah sebabnya bagi cowok, penting untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama atau sejenis. Jangan pula membahas masalah ini tanpa beban walaupun sudah dibilang ‘clear’—karena bagi cewek, sampai kapanpun rasa sakit hati dan marah atas masalah ini akan berlangsung sampai kapanpun!

Mengapa Cowok Sering ‘Sok Sibuk’
“Aku sering heran, temennya saja bisa chat seru sama aku, sementara dia—orang yang diharapkan untuk muncul di chat itu—justru tidak ada. Padahal sama-sama tidak ada kegiatan!”C-cewek
Pernah nggak sih, kalian baru saja melewatkan liburan bersama yang menyenangkan—lalu saat si cowok kembali ke daerahnya, ia justru mendadak menjadi dingin dan acuh? Si cewek akan mengirim puluhan sms yang hanya dibalas sesekali, dan alibi teraneh yang bisa diberikan cowok kalian adalah dia ‘sibuk’.

-,- puh hah.

Jadi, perlu para cewek mengerti bahwa saat cowok terlihat sok-sibuk atau kelihatannya banyak-kegiatan banget, sebenarnya bukannya mereka acuh atau jadi tak perduli dengan ceweknya. Tapi para cowok itu sebenarnya justru tengah berusaha ‘menguatkan’ diri mereka dengan melupakan rasa kangen yang menggila itu. Jika cewek ‘menenangkan’ perasaannya dengan berbicara soal perasaan mereka, cowok tidak bisa melakukan sesuatu yang ‘lemah’ seperti itu, maka mereka melakukan kegiatan fisik hingga perasaannya tenang!
“Untuk mengatasi galau akibat LDR itu, cowok melakukan hal yang berbeda dengan cewek. Kita biasanya menyibukkan diri dengan kegiatan saat galau-nya menyerang—agar tidak terlalu berasa!” A-cowok
Jadi tenanglah, ladies. Para cowok itu bukannya melupakan kalian. Hanya saja mereka memerlukan waktu untuk menenangkan diri dari shock akibat ‘perpisahan’ kemarin itu.
“Aku sebenarnya juga kangen. Kangen banget. Untung saja kegiatannya lagi banyak, jadi tidak terlalu berasa.” D-my pacar.

Mengapa SMS Bisa Membuat Keributan
Cewek paling merasa galau jika komunikasi diantara dia dan pacarnya tidak lancar. Itulah sebabnya mereka bisa sangat galau jika nama si cowok mulai jarang muncul di layar handphone atau laptopnya.

Karena bagi para cewek, lancarnya komunikasi adalah cerminan dari kondisi hubungan mereka. Para cewek terbiasa menilai bagus atau tidaknya—lancar atau tidaknya suatu hubungan dari komunikasi dua pihak tersebut. Saat ada masalah dengan komunikasi itu, ia akan bereaksi sangat keras karena ia mengira bahwa hubungan mereka juga tengah terancam.

Tidak heran, karena pada dasarnya perempuan adalah makhluk yang lebih sosialita dibandingkan para laki-laki. Mereka mengandalkan komunikasi untuk menjaga hubungan, kata-kata sebagai perekat. Itulah sebabnya saat intensitas sms atau telfon itu berkurang, bayangkan dong, bagaimana paniknya mereka.
“Kesibukannya sering membuat aku ngerasa kosong...” K-cewek
Itu sebabnya, jika cowok membutuhkan pengurangan intensitas komunikasi karena sibuk atau ‘sok sibuk’ sebaiknya jelaskan saja blak-blakan pada cewek kalian, bahwa kalian hanya sedang sibuk atau butuh waktu adaptasi, dan tak ada masalah serius pada hubungan kalian. Jangan sampai ia mengira hubungan kalian bermasalah lalu bereaksi keras!
“Ya kita tau sih, mereka capek atau kurang tidur, tapi seenggaknya smslah minimal sekali hanya untuk ngasih tau dia free tapi ingin tidur. Jangan sampai aku mikir ‘apa dia udah bosen ya?’.” C-cewek
Sebaliknya, cowok sendiri juga bukannya cuek-cuek saja jika intensitas smsnya berkurang. Coba tebak bagaimana reaksi mereka jika intensitas sms itu berkurang? Marah-marah nggak jelas, kan? Hahaha. Karena sebenarnya cowok itu sedih juga kalau smsnya tidak dibalas. Tapi karena cowok bukan makhluk yang bebas menunjukkan emosi ‘lemah’ seperti sedih dan menangis, mereka menunjukkan kesedihannya dengan marah-marah dan kesal.

Mengapa Cowok Membutuhkan ‘Laporan Rutin’
Bagi cowok, yang paling sering membuat mereka galau adalah saat ceweknya jalan dengan teman-temannya. Mereka bisa bereaksi ‘menyebalkan’ dengan memberondongi ceweknya dengan sederet pertanyaan “Sama siapa? Kemana? Berapa lama? Ada cowoknya nggak? Jangan macam-macam ya!”.

Saat inilah cewek biasanya jadi merasa bahwa si cowok terlalu ‘mengekang’ atau ‘curigaan’ bahkan terkesan tak percaya pada mereka. Padahal sebenarnya bukan begitu, lho!
“Sebenarnya kita percaya, dan itu semua didasari karena rasa sayang, juga karena kita kangen banget. Itu sebabnya kita maunya kemana dia pergi atau ngapain, harus bilang dulu.” A-cowok
Kalo lo cewek yang kerap merasa begini, mengertilah bahwa mereka—kaum cowok itu, dibesarkan dengan lingkungan yang menuntut mereka sebagai sosok ‘pelindung’ sekaligus ‘pemimpin’. Lalu apa jadinya saat jarak memisahkan dan mereka tidak mampu selalu tahu kegiatan ceweknya, atau mengantar ceweknya dengan selamat hingga tujuan, atau menjemputnya jika kemalaman?

Mereka merasa useless sebagai cowok dan itu—bagi para cowok—sangat menyedihkan dan mengganggu!

Itu sebabnya mereka jadi cerewet soal segala kegiatan yang bisa ‘mengancam’ keselamatan perempuannya. Ia akan memberondongi ceweknya dengan pertanyaan karena hanya itulah ‘proteksi’ yang bisa mereka lakukan.

Jangan pergi ke tempat yang ‘berbahaya’. Jangan pulang ‘kemalaman’. Jangan pergi dengan orang yang ‘tidak dikenal’. Jangan melakukan tindakan yang ‘aneh-aneh’.

Well, coba lihat sisi baiknya, para cowok sebenarnya hanya ingin menjalankan instingnya sebagai pelindung anda, ladies!

Kepercayaan: Hal Terpenting dalam LDR

Kepercayaan, menurut gue, adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan, sangat penting, sekaligus sangat sulit dilakukan.

Kenapa gue bilang kepercayaan adalah hal yang sangat penting dan dibutuhkan? Karena kepercayaan itu adalah dasar dari sebuah hubungan yang kuat. Kita boleh curiga—itu sangat manusiawi. Kita tentu bisa meragukan—karena itu toh sebenarnya sebuah insting.
“Jika kita tidak percaya sama dia, nanti pasti kita akan berprasangka sehingga menimbulkan pertengkaran. Lebih bahaya lagi, jika kita tidak percaya, pasti nanti akan timbul juga keinginan-keinginan untuk berpaling.” K-cewek

Tapi lain halnya dengan ‘tidak mempercayai’. Jika si pacar berkata ‘A’ lalu kita menanyakan dan meragukannya—wajar. Tapi jika sudah menyebutnya bohong, itu sama saja dengan melempari wajahnya dengan kotoran—terutama jika ia memang berkata apa adanya. Hal ini akan menimbulkan sakit hati yang terus menerus hingga pada akhirnya kalian akan terus berprasangka satu sama lain—mempertengkarkan nyaris setiap hal kecil karena itu tadi, tidak percaya!

Tapi bagaimana jika pasangan memang sudah pernah berbohong sebelumnya?
“Kepercayaan yang sudah terbentuk memang mudah banget runtuh, dan membangun kepercayaan itu kembali butuh usaha dan juga waktu.” K-cewek
Guys, memang kebohongan itu adalah sebuah racun dalam hubungan—apalagi LDR yang memang sudah sejak awal rentan.

Tapi mari berpikir begini: setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, bukan? Dia mungkin memang pernah berbohong, tapi setiap orang tentu berhak mendapatkan kesempatan kedua, walau bukan ketiga, keempat, dan seterusnya ya ;p

Jika dia pernah membohongi kalian, tetapkan sebuah ‘aturan main’ yang tegas mengenai bagaimana tindakan keras yang akan kamu ambil jika dia berbohong lagi. Katakan saja terus terang bahwa kalian akan sangat sulit percaya setelah ini—tapi kalian akan mencoba kembali percaya, maka kebaikan hati ini tidak sepatutnya dikhianati (lagi)!

Lalu bagaimana menyembuhkan hati kalian yang terluka karena telah dibohongi?

Pertama, terimalah kenyataan bahwa kalian memang dibohongi. Pahamilah alasannya, bukan membenarkan alasannya. Pahamilah kesalahannya sebagai bagian dari ‘kekhilafan’nya. Lalu, jangan sering mengungkit ini. Karena selain akan melukai hati kalian lagi, hal ini hanya akan memperkeruh suasana.

Tempatkanlah posisi kalian sebagai pasangan. Oke, memang sakit hati sekali, tapi lebih baik berpandangan ke depan daripada tersandung karena terus melirik ke belakang, bukan? Bantulah si pasangan untuk selalu berkata jujur pada kalian. Perlakukan ia dengan lebih baik hingga ia sadar bahwa ia tidak pernah pantas menyakiti seseorang sebaik kalian!

Cara Mereka Mengatasinya
Setiap pasangan memiliki cara unik dalam menghadapi pertengkaran atau mengatasi kegalauan akibat LDR-nya. Simak beberapa cara berikut ini, siapa tahu berguna untuk kalian! :D
“Kalau lagi berantem sih, menyibukkan diri biar ademan. Tapi kita punya komitmen untuk tidak punya masalah lebih dari sehari, jadi setiap ada masalah, harus diselesaikan secepatnya agar tidak berlarut-larut!” D-cewek
“Selama LDR-an, kalau marahan aku selalu diemin dia sehari hingga tiga hari, biar sama-sama ngerasain gimana kalau gak ada satu sama lain, yang biasanya bercanda, cerita-cerita, waktu marahan malah jadi sepi. Ya lebih bisa menyadri arti dirinya walau sebatas telfon.” C-cewek
“Si dia dan gue sih punya cara-penyelesaian yang berbeda. Gue butuh waktu ‘cooling down’ sebelum membicarakan masalahnya tanpa emosi, sementara dia tidak akan dingin sebelum masalahnya dibicarakan tuntas. Makanya kita masing-masing berusaha mengambil jalan tengah jika ada pertengkaran, tergantung siapa yang paling emosi saat itu!” Gue ;p

Manfaat LDR

Well, di penghujung artikel (hasek) ternyata jika diulas kembali, LDR itu tidak hanya membawa masalah melulu atau kegalauan melulu, lho. Setelah gue korek-korek dari pada responden, diketahui kalau mereka sebenarnya merasakan adanya keuntungan dari LDR itu.

Yah, Tuhan memang menciptakan suatu ujian demi hasil akhir yang baik, bukan—terutama jika kita mampu mengatasi ujiannya!
 “Sekalinya bisa ketemu bakal seneeeng banget nggak ketulungan. Bahkan hanya ditelfonpun udah seneng banget.” R-cewek.
“Jadi lebih kreatif, karena harus menggunakan segala cara agar bisa mendengar suara atau wajah unyu-nya.” D-cewek
“Gara-gara LDR, rasanya jadi jatuh cinta lagi. Hanya dapat kiriman sms kecil saja sudah senang setengah mati.” K-cewek
“Menurutku malah saat LDR kita malah jadi jarang bertengkar karena intensitas komunikasi yang berkurang. Saat nggak-LDR, lebih banyak ketemu, lebih banyak yang diomongkan, jadi lebih banyak juga masalah yang timbul. “ W-cowok.
“Selain belajar extra sabar dalam segala hal, kita juga bisa memiliki waktu lebih banyak untuk meniti karier masing-masing ke arah lebih serius.” C-cewek